
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
Proposal Pembangunan Gereja Kuasi Paroki Santa Maria Bunda Karmel Silalahi diajukan oleh Panitia Pembangunan Gereja Kuasi Paroki Santa Maria Bunda Karmel Silalahi, Keuskupan Agung Medan. Pengajuan pembangunan didasarkan pada perkembangan umat dan perubahan status Stasi Santa Maria Bunda Karmel menjadi Kuasi Paroki pada 15 Agustus 2022, dengan beberapa stasi bawahan yaitu Paropo, Kodon-Kodon, Tongging, dan Sibolangit. Proposal menyatakan bahwa gereja yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung seluruh umat sehingga diperlukan pembangunan gereja baru yang lebih memadai.
Pembangunan gereja telah dimulai sejak tahun 2022 dengan peletakan batu pertama pada 16 Oktober 2022. Saat proposal diajukan, progres pembangunan disebut telah mencapai sekitar 40%, termasuk penyelesaian lantai 1 yang akan digunakan sebagai aula beserta dapur aula. Pembangunan bertujuan meningkatkan kelancaran pelayanan dan kenyamanan umat dalam kegiatan menggereja serta direncanakan menjadi salah satu ikon pariwisata. Namun, proses pembangunan mengalami kendala pendanaan dan kondisi ekonomi umat yang kurang mendukung.
Total estimasi biaya pembangunan yang diajukan adalah Rp13.000.500.000, dengan sumber dana yang berasal dari Keuskupan, umat se-Kuasi Paroki, sumbangan paroki, dan donatur. Proposal telah dilengkapi struktur kepanitiaan, gambar rancangan bangunan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta rekening panitia untuk penerimaan bantuan dan pernyataan pertanggungjawaban dana. Secara keseluruhan, proposal memiliki dasar pengajuan dan manfaat bagi umat yang cukup kuat, tetapi karena nilai pembangunan cukup besar, kewajaran RAB, sumber dana, serta kelengkapan dokumen pendukung perlu diverifikasi sebelum proposal dinyatakan layak diterbitkan di website BERBAKTI KAM.