
Gereja Katolik Stasi Santo Petrus Simpang Kwala Medan, yang berada di bawah naungan Paroki Santo Fransiskus Assisi Padang Bulan, telah berdiri sejak tahun 1956 dan kemudian berpindah ke lokasi saat ini di Jalan Luku I No. 1, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, pada tahun 1968. Berdasarkan data BIDUK, jumlah umat terdaftar mencapai 500 KK atau sekitar 1.300 jiwa. Seiring bertambahnya jumlah umat, kapasitas gereja yang terbatas menyebabkan sebagian umat harus mengikuti perayaan Ekaristi dari luar gedung. Selain itu, kondisi bangunan dan fasilitas gereja dinilai perlu dibenahi, antara lain lantai, plafon, altar, tata ruang, serta sirkulasi udara yang kurang memadai sehingga mengurangi kenyamanan umat dalam beribadah.


Melalui proposal ini, panitia mengajukan pembangunan dan penyesuaian Gereja Katolik Stasi Santo Petrus Simpang Kwala Medan guna meningkatkan kapasitas serta kenyamanan umat dalam beribadah. Pekerjaan yang direncanakan meliputi perluasan area gereja, pembongkaran dan pembangunan kembali bagian bangunan yang diperlukan, perbaikan lantai, penggantian plafon, penataan altar dan sakristi, pemasangan AC, serta penyediaan ruang pengakuan dosa dan gudang. Pelaksanaan kegiatan direncanakan mulai Januari 2027 hingga selesai, dengan melibatkan panitia pembangunan yang telah dibentuk serta dukungan dari pihak paroki dan umat.
Total Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diajukan dalam proposal pembangunan Gereja Katolik Stasi Santo Petrus Simpang Kwala Medan kepada Berbakti Kam adalah sebesar Rp2.400.000.000 (dua miliar empat ratus juta rupiah).
Gereja Katolik Stasi Santo Petrus Simpang Kwala Medan, yang berada di bawah naungan Paroki Santo Fransiskus Assisi Padang Bulan, telah berdiri sejak tahun 1956 dan kemudian berpindah ke lokasi saat ini di Jalan Luku I No. 1, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, pada tahun 1968. Berdasarkan data BIDUK, jumlah umat terdaftar mencapai 500 KK atau sekitar 1.300 jiwa. Seiring bertambahnya jumlah umat, kapasitas gereja yang terbatas menyebabkan sebagian umat harus mengikuti perayaan Ekaristi dari luar gedung. Selain itu, kondisi bangunan dan fasilitas gereja dinilai perlu dibenahi, antara lain lantai, plafon, altar, tata ruang, serta sirkulasi udara yang kurang memadai sehingga mengurangi kenyamanan umat dalam beribadah.
Melalui proposal ini, panitia mengajukan pembangunan dan penyesuaian Gereja Katolik Stasi Santo Petrus Simpang Kwala Medan guna meningkatkan kapasitas serta kenyamanan umat dalam beribadah. Pekerjaan yang direncanakan meliputi perluasan area gereja, pembongkaran dan pembangunan kembali bagian bangunan yang diperlukan, perbaikan lantai, penggantian plafon, penataan altar dan sakristi, pemasangan AC, serta penyediaan ruang pengakuan dosa dan gudang. Pelaksanaan kegiatan direncanakan mulai Januari 2027 hingga selesai, dengan melibatkan panitia pembangunan yang telah dibentuk serta dukungan dari pihak paroki dan umat.
Total Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diajukan dalam proposal pembangunan Gereja Katolik Stasi Santo Petrus Simpang Kwala Medan kepada Berbakti Kam adalah sebesar Rp2.400.000.000 (dua miliar empat ratus juta rupiah).